Batanghomogen bermassa 3 kg diputar di pusat massa sehingga memiliki momen inersia sebesar 0,36 kg m2. Jika sumbu putarnya digeser ke ujung batang, besar momen inersia batang tersebut berubah menjadi . 1,20 kg m2. 1,44 kg m2. 2,20 kg m2.
beberapaPersamaan Momen Inersia pada batang Homogen : a. Jika Posros berada di pusat : b. Jika Poros berada di salah satu ujung : c. Jika Poros Bergeser : Keterangan : I = Momen Inersia (kg.m²) l = Panjang batang (m) m = Massa (kg) Kl = Panjang Pergeseran (m) m = massa = 3 kg; I = Momen Inersia 1 = 0,36 kgm²; Kl = Panjang pergeseren = 40 cm = 0,4 m
Sebuahbatang silinder homogen dengan panjang 3 c m 3 \mathrm{~cm} 3 cm dan bermassa 5 k g 5 \mathrm{~kg} 5 kg diputar dengan poros di salah satu ujung batang. Berapakah momen inersia batang tersebut. (I = 1 3 m l 2) \left(\mathrm{I}=\frac{1}{3}ml^2\right) (I = 3 1 m l 2)
45 Contoh Soal Momen Inersia Batang Homogen . M = 2 kg ; Contoh soal momen inersia batang homogen. Batang homogen yaitu suatu bentuk batang yang memiliki sebuah massa tersebar merata hingga pusat massanya berada di tengah. Rumus momen inersia partikel dapat dilihat seperti di bawah ini. Jika gumpalan lumpur bermassa 20 gram dilempar dan
Sebuahbatang homogen bermassa 3 kg dengan panjang 2 m diputar pada pusat massa. Jika sumbu putar di geser 40 cm dari usat massa batang, Contoh Soal Momen Inersia Batang Homogen - Barisan Contoh. Sebuah batang homogen bermassa 3 kg dan panjang 40 cm, diberi beban 2 kg pada salah satu ujungnya dan ujung lainnya sebagai tumpu. Momen Inersia | PDF
Dịch Vụ Hỗ Trợ Vay Tiền Nhanh 1s. Kelas 11 SMAKeseimbangan dan Dinamika RotasiMomen InersiaSebuah batang homogen panjangnya 80 cm dan massanya 3 kg diputar dengan sumbu yang terletak pada jarak 20 cm dari salah satu ujungnya. Besar momen inersia batang itu adalah...Momen InersiaKeseimbangan dan Dinamika RotasiStatikaFisikaRekomendasi video solusi lainnya0223Dua bola masing-masing massa m1=4 kg dan m2=3 kg dihubung...0126Tongkat penyambung tidak bermassa dengan panjang 4 m meng...0231Katrol ditarik sehingga katrol bergerak dengan percepatan...0235Sebuah keping cakram disk memiliki momen inersia l berput...Teks videoKalau peran pada soal ini adalah batang yang homogen dan panjangnya itu adalah l = 80 cm atau 0,8 meter kemudian di sini ada titik P adalah titik berat dari batangnya karena di homogen berarti titik p yang berada di tengah-tengah kemudian disini batangnya ini akan diputar ya dengan sumbu putarnya berada di titik tertentu ini berada di titik yang sedemikian rupa sehingga jarak dari sini ke ujung yang lain ya ke ujung tertentu Kita misalkan ini di tol di tol di ketahui yaitu 20 cm dari tiang dari sumbu putarnya ini ke ujung yang di sini ini adalah 20 cm ya seperti itu Nah kita akan mencari besarnya momen inersia dari batang ini. Kalau batang ini diputar dengan sumbu putar melalui titik Q kemudian disini kita definisikan d adalah panjang yang diukur dari i kepek. Oke bisa diketahui bahwa tadi kan Pak 0,8 m ya gan karena titik p berada di tengah-tengah berarti kan dari ujung sini ke P adalah setengah dari 0,8 m yaitu 0,4 meter dari sini ke sini 0,2 m hingga dari sini ke sini ya yang merupakan banyaknya Berartikan D = dari sini ke sini yaitu 0,4 M atau 40 cm dikurangi dengan dari sini ke sini di tahun ke tahun adalah 20 cm jadi 40 dikurangi 20 hasilnya 20 cm atau 0,2 meter jadi kita dapatkan adalah 0,2 m dan diketahui massa dari batangnya itu adalah M = 3 kg. Oke disini kita namakan besarnya momen inersia dari batang ini jika diputar dengan sumbu putarnya melalui titik Q itu adalah jadi kita akan mencari nilai dari isi ini perhatikan bahwa jika batang ini diputar dengan sumbu putarnya ini berada di titik sembarang ya dalam hal ini berada di titik Q Nanti momen inersia dari batang tersebut yaitu momen inersia nya jika sumbu putarnya di titik Q itu dirumuskan dengan ini yaitu isi sama dengan IP ditambah m d kuadrat dengan adalah momen inersia dari batangnya. Jika sumbu putarnya ini melalui titik P melalui titik beratnya 1 Batang Jika ia diputar dengan sumbu putarnya yang melalui titik beratnya ya makan nanti momen inersia adalah dan dirumuskan dengan ini yaitu p = mr kuadrat dibagi dengan 12. Jadi ini bisa dilihat dari tabel momen inersia yang itu untuk datang kalau sumbu putarnya berada melalui titik pusat massanya ya atau titik beratnya ini rusak seperti ini kemudian ditambah dengan MD kuadrat seperti itu kemudian kita masukkan baru tadi m-nya 3 dan 0,8 yang dibagi 12 kemudian jangan lupa ini dikuadratkan ditambah m yang massanya 3 dan D rajin adalah 0,2 dan setelah itu mendapatkan hasilnya itu adalah 0,2 Jadi ternyata momen inersia dari batang ini jika ia diputar dengan sumbu putarnya melalui titik Q kita adalah iki yaitu = 0,28 kg m kuadrat jawabannya itu adalah yang di sampai jumpa di pertanyaan nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk!12 SMAPeluang WajibKekongruenan dan KesebangunanStatistika InferensiaDimensi TigaStatistika WajibLimit Fungsi TrigonometriTurunan Fungsi Trigonometri11 SMABarisanLimit FungsiTurunanIntegralPersamaan Lingkaran dan Irisan Dua LingkaranIntegral TentuIntegral ParsialInduksi MatematikaProgram LinearMatriksTransformasiFungsi TrigonometriPersamaan TrigonometriIrisan KerucutPolinomial10 SMAFungsiTrigonometriSkalar dan vektor serta operasi aljabar vektorLogika MatematikaPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel WajibPertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu VariabelSistem Persamaan Linear Tiga VariabelSistem Pertidaksamaan Dua VariabelSistem Persamaan Linier Dua VariabelSistem Pertidaksamaan Linier Dua VariabelGrafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma9 SMPTransformasi GeometriKesebangunan dan KongruensiBangun Ruang Sisi LengkungBilangan Berpangkat Dan Bentuk AkarPersamaan KuadratFungsi Kuadrat8 SMPTeorema PhytagorasLingkaranGaris Singgung LingkaranBangun Ruang Sisi DatarPeluangPola Bilangan Dan Barisan BilanganKoordinat CartesiusRelasi Dan FungsiPersamaan Garis LurusSistem Persamaan Linear Dua Variabel Spldv7 SMPPerbandinganAritmetika Sosial Aplikasi AljabarSudut dan Garis SejajarSegi EmpatSegitigaStatistikaBilangan Bulat Dan PecahanHimpunanOperasi Dan Faktorisasi Bentuk AljabarPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel6 SDBangun RuangStatistika 6Sistem KoordinatBilangan BulatLingkaran5 SDBangun RuangPengumpulan dan Penyajian DataOperasi Bilangan PecahanKecepatan Dan DebitSkalaPerpangkatan Dan Akar4 SDAproksimasi / PembulatanBangun DatarStatistikaPengukuran SudutBilangan RomawiPecahanKPK Dan FPB12 SMATeori Relativitas KhususKonsep dan Fenomena KuantumTeknologi DigitalInti AtomSumber-Sumber EnergiRangkaian Arus SearahListrik Statis ElektrostatikaMedan MagnetInduksi ElektromagnetikRangkaian Arus Bolak BalikRadiasi Elektromagnetik11 SMAHukum TermodinamikaCiri-Ciri Gelombang MekanikGelombang Berjalan dan Gelombang StasionerGelombang BunyiGelombang CahayaAlat-Alat OptikGejala Pemanasan GlobalAlternatif SolusiKeseimbangan Dan Dinamika RotasiElastisitas Dan Hukum HookeFluida StatikFluida DinamikSuhu, Kalor Dan Perpindahan KalorTeori Kinetik Gas10 SMAHukum NewtonHukum Newton Tentang GravitasiUsaha Kerja Dan EnergiMomentum dan ImpulsGetaran HarmonisHakikat Fisika Dan Prosedur IlmiahPengukuranVektorGerak LurusGerak ParabolaGerak Melingkar9 SMPKelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk TeknologiProduk TeknologiSifat BahanKelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan8 SMPTekananCahayaGetaran dan GelombangGerak Dan GayaPesawat Sederhana7 SMPTata SuryaObjek Ilmu Pengetahuan Alam Dan PengamatannyaZat Dan KarakteristiknyaSuhu Dan KalorEnergiFisika Geografi12 SMAStruktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan SenyawaBenzena dan TurunannyaStruktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan MakromolekulSifat Koligatif LarutanReaksi Redoks Dan Sel ElektrokimiaKimia Unsur11 SMAAsam dan BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramLarutan PenyanggaTitrasiKesetimbangan Larutan KspSistem KoloidKimia TerapanSenyawa HidrokarbonMinyak BumiTermokimiaLaju ReaksiKesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan10 SMALarutan Elektrolit dan Larutan Non-ElektrolitReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriMetode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan dan Keamanan Kimia di Laboratorium, serta Peran Kimia dalam KehidupanStruktur Atom Dan Tabel PeriodikIkatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul
Mahasiswa/Alumni Universitas Sumatera Utara01 Juni 2022 1401Jawaban yang benar adalah 0,84 Momen inersia menyatakan ukuran kemampuan benda untuk mempertahankan kecepatan sudut rotasinya yang bergantung pada sumbu rotasi Untuk momen inersia yang sumbu putarnya tidak berada pada pusat massa, maka dapat menggunakan teorema sumbu sejajar. Momen inersia sumbu sejajar dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan berikut I = Ipm + dengan I = momen inersia baru Ipm = momen inersia terhadap pusat massa benda m = massa benda kg d = jarak dari pusat massa ke sumbu putar yang baru m Diketahui m = 3 kg Ipm = 0,36 d = 40 cm = 40/100 m = 0,4 m Ditanya I = ....? Pembahasan I = Ipm + I = 0,36 + 30,4² I = 0,84 Jadi momen inersianya menjadi 0,84
Soal Dinamika Rotasi 1. Soal Batang AB = 2 meter dengan poros titik A dengan gaya F sebesar 12 N membentuk sudut . Tentukan besar momen gaya yang terjadi pada batang AB? dalam Nm A. 6 B. C. 12 D. E. 24 2. Soal Sebuah tongkat yang panjangnya 40 cm mendapatkan tiga gaya yang sama besarnya 10 N seperti pada gambar. Jika tongkat diputar di titik C, tentukan momen gaya total yang dialami tongkat? A. 0,5 Nm B. 1,0 Nm C. 1,5 Nm D. 2,0 Nm E. 2,5 Nm 3. Soal Tiga gaya , , dan bekerja pada batang seperti pada gambar berikut. Jika massa batang diabaikan dan panjang batang 4 m, maka nilai momen gaya terhadap sumbu putar di titik C adalah? AB=BC=CD=DE=1 meter A. 12 Nm B. 8 Nm C. 6 Nm D. 2 Nm E. Nol 4. Soal Lima gaya bekerja pada bujursangkar dengan sisi 10 cm seperti ditunjukkan pada gambar berikut! Resultan momen gaya dengan poros di titik perpotongan diagonal bujur sangkar adalah? A. 0,15 Nm B. 0,25 Nm C. 0,75 Nm D. 1,15 Nm E. 1,25 Nm 5. Soal Bola A bermassa = 60 gram dan bola B = 40 gram dihubungkan dengan batang AB massa diabaikan. Jika kedua bola diputar dengan sumbu putar di P maka momen inersia sistem adalah? A. 12,25 B. 13,50 C. 14,50 D. 15,50 E. 16,25 6. Soal Perhatikan tabel data posisi benda - benda berikut! Benda A, B, dan C dihubungkan dengan batang ringan tak bermassa pada bidang x-y. Besar momen inersia sistem jika diputar pada poros sejajar sumbu y melalui benda A adalah? UN 2017 A. B. 13 C. 12,5 D. 7,2 E. 2,5 7. Soal Sebuah batang homogen bermassa 4 kg dengan panjang 3 m diputar melalui poros yang terletak 1 m dari salah satu ujung batang. Berapakah momen inersia batang tersebut? A. 4 B. 5 C. 6 D. 7 E. 8 8. Soal Seoarang penari berdiri di atas lantai es licin dan berputar di tempatnya seperti gambar. Mula - mula penari tersebut berputar dengan menyilangkan kedua tangan di dadanya gambar A. Kemudian penari tersebut kembali berputar sambil merentangkan kedua tangannya gambar B. Pernyataan pada tabel di bawah ini yang benar berkaitan dengan kedua keadaan penari di atas adalah? 9. Soal Seorang penari balet memiliki momen inersia 4,0 dan mulai berputar pada kelajuan 1,8 putaran/s ketika kedua lengannya terentang. Kemudian, kedua lengannya merapat ketubuhnya ternyata momen inersianya 1,2 maka kelajuan sudut saat itu adalah? A. 0,54 putaran/s B. 2,16 putaran/s C. 6,0 putaran/s D. 7,2 putaran/s E. 9,36 putaran/s 10. Soal Seorang penari balet dengan tangan terentang berputar dengan kecepatan sudut di atas lantai mendatar licin. Jika penari tersebut melipat tangannya, momen inersianya akan berkurang 25% dari semula. Berapakah perbandingan energi kinetik rotasi penari saat tangan dilipat dengan tangan terentang? A. 1/4 B. 3/4 C. 4/3 D. 4/5 E. 4 11. Soal Sebuah silinder pejal bermassa 8 kg menggelinding tanpa slip pada suatu bidang datar dengan kecepatan 15 m/s. Energi kinetik total silinder adalah? A. 1800 J B. 1350 J C. 900 J D. 450 J E. 225 J 12. Soal Sebuah bola pejal bergerak menggelinding tanpa tergelincir mendekati bidang miring kasar yang mempunyai sudut elevasi dengan tan = 4/3. Jika percepatan gravitasi g = 10 dan kecepatan awal benda itu 10 m/s, maka panjang lintasan bidang miring yang ditempuh benda sebelum berhenti adalah? A. 8,75 m B. 9,75 m C. 10,75 m D. 11,75 m E. 12,75 m 13. Soal Pada sebuah benda bekerja beberapa gaya selama 0,6 sekon, sehingga menghasilkan torsi total . Torsi tersebut mengakibatkan perubahan momentum sudut sebesar? A. B. C. D. E. 14. Soal Suatu titik materi bergerak melingkar dengan kecepatan sudut awal 40 rad/s. Setelah bergerak menempuh sudut 100 rad, kecepatan sudut menjadi 60 rad/s. Jika momen inersia materi tersebut 4 , torsi yang bekerja pada titik tersebut terhadap pusat lingkaran adalah Nm A. 8 B. 16 C. 32 D. 40 E. 60 15. Soal Suatu partikel bergerak melingkar dengan kecepatan sudut 2,5 rad/s. Jika massa partikel 2 gram dan momentum sudut , maka jari - jari gerak melingkarnya sebesar ... cm A. 2 B. 4 C. 6 D. 8 E. 10 16. Soal Suartu silinder pejal dilepas pada bidang miring yang kasar dengan sudut kemiringan sudut . Jika g = 10 , ternyata silinder menggelinding sempurna. Percepatan turunya silindernya adalah? A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5 17. SoalPerhatikan gambar di bawah panjang batang AB=BC=CD=DE= 1 m, besar dan arah torsi terhadap poros C adalah?A. 32 Nm searah jarum jamB. 32 Nm berlawanan arah jarum jamC. 37 Nm searah jarum jamD. 37 Nm berlawanan arah jarum jamE. 44 Nm berlawanan arah jarum jam 18. SoalPerhatikan gambar di bawah sistem terdiri dari tiga buah partikel dengan massa m, 2m, dan 3m diletakkan pada sumbu koordinat yang massanya diabaikan. Jika diputar terahadap sumbu y maka besar momen inersia sistem?A. 9B. 7C. 5D. 3E. 219. SoalPerhatikan gambar berikutMomen inersia total terhadap sumbu x dan y adalah?A. dan B. dan C. dan D. dan E. dan 20. SoalPerhatikan gambar berikutLima buah gaya bekerja pada tongkat AB yang massanya diabaikan, titik A sebagai poros. Torsi terhadap poros A terbesar dihasilkan oleh gaya ?A. 50 NB. 40 NC. 30 ND. 20 NE. 10 N21. SoalPerhatikan gambar berikutResultan momen gaya terbesar dan letak porosnya adalah?A. 28 Nm poros di AB. 32 Nm poros di AC. 32 Nm poros di BD. 40 Nm poros di BE. 20 Nm poros di C22. SoalPerhatikan gambar berikutEmpat buah gaya sama besar, masing - masing 5 N bekerja pada sebuah plat tak bermassa, seperti pada gambar di atas. Titik C digunakan sebagai poros. Besar resultan gaya dan arah putar dari plat tersebut adalah?A. 5 N searah jarum jamB. 5 N berlawanan jarum jamC. 15 N searah jarum jamD. 20 N searah jarum jamE. 20 N berlawanan arah jarum jam23. SoalPerhatikan tabel berikut No Bentuk Massa kg Jari – jarim 1 Bola Pejal 2 0,5 2 Bola Pejal 1 1,0 3 Silinder Pejal 1 1,5 4 Silinder Pejal 2 1 5 Silinder Pejal 2,5 0,5 Dari data diatas yang memiliki momen inersia terbesar adalah?A. 1B. 2C. 3D. 4E. 524. SoalSebuah katrol dengan jari - jari 20 cm memiliki momen inersia 10 mendapat gaya 10 N tepat menyinggung tepi katrol. Percepatan anguler katrol tersebut adalah?A. 0,002 B. 0,2 C. 2,0 D. 2,2 E. 2,4 25. SoalSebuah silinder pejal bermassa 2 kg dan jari - jari 5 cm, ditarik oleh gaya 60 N melalui pusatnya sehingga menggelinding diatas bidang datar kasar sebagaimana di tunjukkan pada gambar berikutPercepatan linear silinder tersebut adalah?A. 5 B. 10 C. 20 D. 30 E. 40 26. SoalSebuah silinder pejal bermassa 4 kg dan diamter 10 cm, dilit dengan tali tak bermasssa. Ujung tali ditarik dengan gaya konstan sebesar 2 N sehingga roda berotasi pada porosnya. Percepatan anguler roda tersebut adalah?A. 20 B. 10 C. 5 D. 2,5 E. 1,25 27. SoalSebuah silinder pejal dengan massa 3 kg bergerak menggelinding tanpa slip mendaki bidang miring kasar yang mempunyai sudut elevasi dengan dan kecepatan awalnya 10 m/s. Jika percepatan gravitasi g = 10 , maka panjang lintasan bidang miring itu yang ditempuh benda sebelum berhenti adalah?A. 4,15 mB. 10,55 mC. 11,75 mD. 12,50 mE. 13,55 m28. SoalSebuah bola bowling digelindingkan dari puncak bidang miring, sebagaimana ditunjukkan pada gambar berikutKecepatan linear bola ketika mencpai ujung bawah bidang miring adalah?A. m/sB. m/sC. m/sD. m/sE. m/s29. SoalSebuah bola pejal yang menggelinding dalam suatu bidang datar dengan kelajuan pusat massanya 5 m/s. Jika massa bola pejal 2 kg, besar energi kinetik translasi, energi kinetik rotasi dan energi kinetik total bola pejal tersebut adalah?A. 25 joule, 10 joule dan 35 jouleB. 25 joule, 5 joule dan 30 jouleC. 20 joule, 5 joule dan 25 jouleD. 20 joule, 25 joule dan 35 jouleE. 5 joule, 20 joule dan 25 joule30. SoalSebuah partikel bermassas 0,5 gram melakukan gerak melingkar dengan kecepatan sudut 2 . Jika jari 0 jari lintasan partikel 10 cm, maka momentum susdut partikel itu adalah?A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5 31. SoalSebuah bola pejal dengan momen inersia 3 mula - mula berotasi dengan kecepatan sudut 4 . Kemudian mengalami percepatan sudut sebesar 2 , momentum sudut bola tersebut pada t = 5 detik adalahA. 32 B. 36 C. 38 D. 41 E. 42 32. SoalSebuah roda yang terdiri dari dua buah katrol yang masing - masing memiliki jari - jari 4 cm dan 5 cm dengan momen inersia total 2 dirangkai sebagai gambar berikutPada kedua roda dililit dengan tali tak bermasssa dan ditarik dengan gaya sebagaimana ditunjukkan pada gambar. Percepatan anguler roda tersebut adalah?A. 0,9 B. 0,6 C. 0,4 D. 0,3 E. 0,2 33. SoalPerhatikan sistem di bawah batang dengan kemiringan ditahan menggunakan tali dan diengsel pada titik tertnetu seperti terlihat pada gambar, memiliki momen inersia .Jika panjang batang 5 m dan massanya 150 kg, dan bila tali putus. Percepatan sudut batang adalah?A. 1,1 B. 1,2 C. 1,3 D. 1,4 E. 2,4 34. SoalSebuah batang homogen dengan massa 2 kg ujung kiri diberi engsel dengan dinding dan bagian tengah batang digantungi beban 3 kg. Ujung kanan diikat dengan tali, seperti yang ditunjukkan pada gambarBesar tegangan tali adalah?A. 25 NB. 20 NC. 10 ND. 2,5 NE. 2 N35. SoalSeorang siswa bermassa 40 kg sedang berjalan di atas papan berpenumpu yang memiliki massa 10 kg dan panjang seperti gambarJarak terjauh siswa tersebut dari penumpu sehingga papan tepat akan terangkat adalah?A. 25 cmB. 27 cmC. 30 cmD. 35 cmE. 45 cm 36. SoalPerhatikan susunan tongkat homogen berikutLetak titik berat susunan tongkat tersebut x,y adalah cmA. 2,6 ; 4,0B. 2,8 ; 4,1C. 2,8 ; 4,2D. 2,9 ; 4,3E. 2,9 ; 4,437. SoalPerhatikan gambar berikutLetak titik berat bangun datar tersebut adalah?A. 50B. 55C. 60D. 65E. 7038. SoalPerhatikan gambar berikut!Bila besarnya massa beban 6 kg, maka tegangan tali T1 apabila sistem dalam keadaan setimbang adalah?A. 20 NB. 30 NC. ND. 60 NE. N39. SoalTiga orang anak bermain jungkat jungkit. Sebelah kanan penopang berisi anak bermassa 45 kg. Sementara sebelah kiri berisi dua anak masing - masing berisi dua anak masing - masing bermassa 30 kg yang duduk pada jarak 0,5 m dan 1 m dari penopang. Jika massa jungkat - jungkit 8 kg dan titik beratnya berpusat di sumbu, maka letak tempat duduk anak di sebelah kanan penopang agar jungkat - jungkit seimbang adalah ? A. 0,5 mB. 1,0 mC. 1,5 mD. 2,0 mE. 3,0 m40. SoalSeseorang penari balet berputar dalam keadaan tangan terentang dengan kecepatan sudut 1,5 rpm di atas lantai yang licin, dengan momen inersia 5 . Ketika ia merapatkan tangan ke tubuhnya kecepatan menjadi 3 rpm, maka besar momen inersia sekarang berubah menjadi? A. 0,5B. 1,5C. 2,5D. 3,5E. 4,541. SoalSebuah katrol dengan momen inersiannya 4 . Pada katrol tersebut diikatkan sebuah beban bermassa m = 2 kg menggunakan tali seperti tampak pada gambar. Bila jari - jari katrol 0,5 m dan g = 10 , maka percepatan sudut putar katrol adalah?A. B. C. D. E. 41. SoalPerhatikan gambar di bawah. Letak titik berat dari bangun tersebut adalah?A. X = 6 cm, Y = 4 cmB. X = 4 cm, Y = 6 cmC. X= 4,3 cm, Y = 4 cmD. X = 4 cm, Y = 4,3 cmE. X = 3 cm, Y = 3 cm42. SoalKoordinat y titik berat bangun berdimensi dua seperti pada gambar adalah?A. B. C. D. E. 43. SoalSebuah tangga homogen dengan panjang L diam bersandar pada dinding licin di atas lantai kasar dan koefisien gesekan statis tangga dan lantai adalah . Jika tangga membentuk sudut terhadap lantai dan berada dalam keadaan tepat akan tergelincir, maka?A. B. C. D. E. 44. SoalSebuah katrol berbentuk silineder pejal dengan jari - jari 20 cm, memiliki massa 10 kg, digantungi dua beban melalui tali seperti pada gambar. Jika , . Gesekan katrol dengan poros dan massa tali diabaikan, serta g = 10 maka besar percepatan linear benda A dan B adalah?A. 2,0 B. 2,5 C. 3,3 D. 5,0 E. 10,0 45. SoalSeorang naik tangga homogen yang disandarkan pada dinding vertikal licin dengan sudut kemiringan tertentu seperti tampak pada tangga 300 N dan berat orang 700 N. Bila orang tersebut dapat naik sejauh 3 m sesaat sebelum tangga itu tergelincir, maka koefisien gesekan antara lantai dan tangga adalahA. 0,14B. 0,43C. 0,49D. 0,50E. 0,8546. SoalPada saat piringan A berotasi 120 rpm gambar 1, piringan B diletakkan di atas piringan A gambar 2 sehingga kedua piringan berputar dengan poros yang piringan A = 100 gram dan massa piringan B = 300 gram, sedangkan jari - jari piringan A = 50 cm dan jari - jari piringan B = 30 cm. Jika momen inersia piringan adalah , maka besar kecepatan sudut kedua piringan pada waktu berputar bersama - sama adalah?A. 0,67 B. 0,83 C. 1,92 D. 4,28 E. 5,71 47. SoalPerhatikan gambar benda di bidang homogen di bawah ini!Koordinat titik berat benda terhadap titik O adalah?A. 4 ; 3,3B. 3,6 ; 3C. 3,3 ; 4D. 3,3 ; 3,6E. 3 ; 3,6 48. SoalTiga buah beban , , dan digantungkan dengan tali melalui dua katrol tetap yang licin lihat gambar. Bila = 150 gram, = gram dan sistem dalam keadaan seimbang maka sama dengan?A. 100 gramB. 200 gramC. gramD. gramE. 400 gramA. 5 B. 10 C. 15 D. 20 E. 25
Hai Quipperian, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tetap semangat, ya! Apakah kamu memiliki kelereng di rumah? Cobalah kamu ambil kelereng tersebut dan gelindingkan! Tidak sampai situ, cobalah pinjam cincin pada ibumu. Lakukan langkah yang sama dengan kelereng. Lalu, buatlah papan yang dimiringkan sebagai lintasan gerak kelereng maupun cincin. Jika sebutir kelereng dan cincin digelindingkan dari atas bidang miring dengan kecepatan yang sama, kira-kira manakah yang akan bergerak lebih cepat? Jawabannya tentu kelereng. Mengapa demikian? Hal itu karena momen inersia kelereng lebih besar daripada cincin. Nah, daripada penasaran dengan istilah momen inersia, ikuti terus Quipper Blog ya. Pada kesempatan ini, Quipper Blog akan membahas tentang pengertian momen inersia, faktor yang memengaruhi momen inersia, momen inersia berbagai jenis benda, dan contoh soal. Pengertian Momen Inersia Momen inersia atau biasa disebut momen kelembaman adalah besaran yang menunjukkan seberapa besar kecenderungan suatu benda untuk mempertahankan kondisinya kelembaman. Momen inersia juga bisa disebut sebagai besaran yang menunjukkan kemampuan benda untuk mempertahankan kecepatan sudutnya pada gerak rotasi. Momen Inersia Beberapa Benda Momen inersia setiap benda pasti berbeda karena massa dan ukuran jari-jari maupun poros rotasinya berbeda pula. Adapun momen inersia untuk beberapa benda akan dijelaskan sebagai berikut. 1. Momen inersia partikel Saat membahas momen inersia partikel, jangan berpikir bahwa partikel yang dimaksud hanya partikel berukuran mikro seperti debu. Selain menjelaskan benda berukuran mikro, partikel di sini juga digunakan untuk menggambarkan posisi suatu benda yang diibaratkan sebagai suatu titik. Saat benda benda bergerak rotasi, diasumsikan seluruh kecepatan sudut benda tersebut sama. Jadi seolah-olah seperti suatu titik. Momen inersia partikel merupakan hasil kali antara massa dan kuadrat jarak tegak lurus sumbu rotasi ke partikel. Secara matematis, momen inersia partikel dirumuskan sebagai berikut. Keterangan I = momen inersia kgm2; m = massa benda kg; dan r = jarak partikel dari sumbu rotasi m. 2. Momen inersia benda tegar Benda tegar adalah benda yang tersusun atas banyak partikel atau titik yang tersebar merata di seluruh benda. Setiap partikel penyusunnya memiliki massa dan jarak tertentu dari sumbu rotasi. Oleh karena itu, momen inersia benda tegar merupakan jumlah total momen inersia partikel penyusun benda. Secara matematis, momen inersia benda tegar dirumuskan sebagai berikut. 3. Momen inersia benda yang bentuknya beraturan Momen inersia benda yang memiliki bentuk teratur dan diputar pada sumbu rotasi tertentu, ditunjukkan oleh tabel berikut. 4. Momen inersia batang homogen Batang homogen adalah batang yang partikel penyusunnya tersebar merata di seluruh batang sedemikian sehingga pusat massanya berada tepat di tengah. Momen inersia batang homogen dipengaruhi oleh sumbu putarnya, misalnya batang diputar di ujung, di tengah, atau di bagian lain. a. Momen inersia batang homogen dengan sumbu putar di tengah Secara matematis, momen inersia batang homogen yang diputar tepat di bagian tengah dirumuskan sebagai berikut. Keterangan I = momen inersia batang kgm2; m = massa batang kg; dan L = panjang batang m. b. Momen inersia batang homogen dengan sumbu poros di ujung Jika batang diputar di salah satu ujungnya, momen inersianya dirumuskan sebagai berikut. Keterangan I = momen inersia batang kgm2; m = massa batang kg; dan L = panjang batang m. c. Momen inersia batang homogen dengan sumbu putar di sembarang titik tidak di tengah maupun di ujung Jika batang homogen diputar di sembarang titik, momen inersianya dirumuskan sebagai berikut. Keterangan I = momen inersia batang kgm2; m = massa batang kg; dan kL = panjang pergeseran batang m dengan k = konstanta. 5. Momen inersia cakram Cakram memiliki massa yang terdistribusi secara merata. Momen inersia cakram ini sama dengan momen inersia silinder pejal. Secara matematis, dirumuskan sebagai berikut. Keterangan I = momen inersia kgm2; m = massa benda kg; dan r = jari-jari cakram m. 6. Momen inersia segitiga sama sisi pejal Segitiga sama sisi merupakan bangun datar yang memiliki tiga sisi dengan panjang setiap sisinya sama. Untuk mencari momen inersia segitiga sama sisi pejal yang diputar terhadap sumbu yang melalui pusat massanya, gunakan persamaan berikut. Keterangan I = momen inersia kgm2; m = massa benda kg; dan a = panjang sisi segitiga m. Setelah kamu tahu apa itu momen inersia beserta persamaannya, yuk asah kemampuanmu dengan contoh soal berikut ini. Contoh Soal 1 Sebuah bola pejal memiliki massa 1,5 kg dan diameter 40 cm. Tentukan besar momen inersia bola tersebut jika diputar melalui pusat massanya! Diketahui m = 1,5 kg d = 40 cm, r = 20 cm = 0,2 m Ditanya I =…? Pembahasan Jika bola pejal diputar melalui pusat massanya, momen inersia bola tersebut dirumuskan sebagai berikut. Jadi, momen inersia bola pejal saat diputar melalui pusat massanya adalah 0,024 kgm2. Contoh Soal 2 Sebuah batang homogen bermassa 2,4 kg memiliki panjang 2 m. Batang tersebut dilempari gumpalan lumpur bermassa 10 gram. Ternyata, lumpur tersebut menempel di ujung batang. Jika batang diputar melalui pusat massanya, tentukan momen inersia batang homogen tersebut! Diketahui mb = 2,4 kg L = 2 m ml = 10 gram = 0,01 kg r = 1 m jarak antara lumpur ke sumbu putar Ditanya I =…? Pembahasan Momen inersia batang homogen merupakan hasil penjumlahan antara momen inersia batang itu sendiri dan momen inersia lumpur yang menempel di ujung batang. Secara matematis, dirumuskan sebagai berikut. Jadi, momen inersia batang homogen tersebut adalah 0,81 kgm2. Memangnya, untuk apa sih kamu belajar momen inersia? Pernahkah kamu bermain gasing? Gasing bisa berputar secara seimbang karena bentuk gasing didesain sedemikian sehingga pusat massanya bisa berada di tengah. Tidak hanya itu, penerapan momen inersia juga bisa kamu lihat pada roda gila di dalam mesin diesel. Roda gila digunakan untuk meredam putaran dengan memanfaatkan inersia putaran. Semakin menarik kan belajar momen inersia? Jika kamu ingin melihat penjelasan tutor Fisika tentang momen inersia ini, silahkan gabung dengan Quipper Video. Bersama Quipper Video, belajar jadi lebih mudah dan menyenangkan! Salam Quipper! Penulis Eka Viandari
Kelas 11 SMAKeseimbangan dan Dinamika RotasiMomen InersiaSuatu batang homogen bermassa 4 kg dengan panjang 3 m diputar melalui poros yang terletak 1 m dari salah satu ujung batang. Momen inersia batang tersebut adalah ....Momen InersiaKeseimbangan dan Dinamika RotasiStatikaFisikaRekomendasi video solusi lainnya0223Dua bola masing-masing massa m1=4 kg dan m2=3 kg dihubung...0126Tongkat penyambung tidak bermassa dengan panjang 4 m meng...0231Katrol ditarik sehingga katrol bergerak dengan percepatan...0235Sebuah keping cakram disk memiliki momen inersia l berput...Teks videoFriend di sini ada batang yang homogen dan batangnya ini diputar dengan sumbu putarnya ini titik p yang mana titik p ini berjarak 1 m dari salah satu ujungnya Nah kita akan mencari momen inersia dari batang itu jika sumbu putarnya melalui titik P diketahui kalau batang ini makanya itu adalah m = 4 kg dan panjang yaitu adalah l = 3 m. Kemudian kita definisikan d&d ini maksudnya begini ya. Perhatikan di sini ada titik O yang merupakan titik pusat massa dari batangnya ini karena ini homogen maka titik p berada di tengah-tengah nachde ini adalah panjang yang diukur dari P ke Q itu ada gambar dapat dipahami bahwa D = Oke di soal diketahui dari sini ke sini tadi 3 meter berarti dari sini ke sini adalah 3 dibagi dua yaitu 1,5 m sehingga d nya itu adalah dari sini ke sini 1,5 dikurangi dari sini ke yaitu 1 hasilnya adalah 0,5 M jika di sini yang batangnya diputar dengan sumbu Putar berada di titik tertentu, maka momen inersia yang momen inersia nya itu dirumuskan dengan IP = 0 dibagi dengan MD kuadrat dengan IP ini adalah momen inersia pada batang itu jika sumbu putarnya berada di titik sembarang dalam hal ini di titik p yang seperti itu adapun IO Ini adalah momen inersia dari batang yang ini jika sumbu putarnya melalui titik O dan dari tabel momen inersia didapatkan bahwa ion itu adalah Mr kuadrat dibagi dengan 12 + m d. Kuadrat lalu kita masukkan saja nh4cl 3 m nya 4 dan bedanya 0,5 dan setelah dihitung hasilnya adalah 4 kg m kuadrat. Inilah besar momen inersia yang bekerja pada batang jika sumbu putarnya di titik p yang mana titik r berjarak 1 m dari ujung atau salah satu ujungnya sih jawabannya adalah yang a. Oke inilah jawabannya sampai jumpa di soal nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk!12 SMAPeluang WajibKekongruenan dan KesebangunanStatistika InferensiaDimensi TigaStatistika WajibLimit Fungsi TrigonometriTurunan Fungsi Trigonometri11 SMABarisanLimit FungsiTurunanIntegralPersamaan Lingkaran dan Irisan Dua LingkaranIntegral TentuIntegral ParsialInduksi MatematikaProgram LinearMatriksTransformasiFungsi TrigonometriPersamaan TrigonometriIrisan KerucutPolinomial10 SMAFungsiTrigonometriSkalar dan vektor serta operasi aljabar vektorLogika MatematikaPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel WajibPertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu VariabelSistem Persamaan Linear Tiga VariabelSistem Pertidaksamaan Dua VariabelSistem Persamaan Linier Dua VariabelSistem Pertidaksamaan Linier Dua VariabelGrafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma9 SMPTransformasi GeometriKesebangunan dan KongruensiBangun Ruang Sisi LengkungBilangan Berpangkat Dan Bentuk AkarPersamaan KuadratFungsi Kuadrat8 SMPTeorema PhytagorasLingkaranGaris Singgung LingkaranBangun Ruang Sisi DatarPeluangPola Bilangan Dan Barisan BilanganKoordinat CartesiusRelasi Dan FungsiPersamaan Garis LurusSistem Persamaan Linear Dua Variabel Spldv7 SMPPerbandinganAritmetika Sosial Aplikasi AljabarSudut dan Garis SejajarSegi EmpatSegitigaStatistikaBilangan Bulat Dan PecahanHimpunanOperasi Dan Faktorisasi Bentuk AljabarPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel6 SDBangun RuangStatistika 6Sistem KoordinatBilangan BulatLingkaran5 SDBangun RuangPengumpulan dan Penyajian DataOperasi Bilangan PecahanKecepatan Dan DebitSkalaPerpangkatan Dan Akar4 SDAproksimasi / PembulatanBangun DatarStatistikaPengukuran SudutBilangan RomawiPecahanKPK Dan FPB12 SMATeori Relativitas KhususKonsep dan Fenomena KuantumTeknologi DigitalInti AtomSumber-Sumber EnergiRangkaian Arus SearahListrik Statis ElektrostatikaMedan MagnetInduksi ElektromagnetikRangkaian Arus Bolak BalikRadiasi Elektromagnetik11 SMAHukum TermodinamikaCiri-Ciri Gelombang MekanikGelombang Berjalan dan Gelombang StasionerGelombang BunyiGelombang CahayaAlat-Alat OptikGejala Pemanasan GlobalAlternatif SolusiKeseimbangan Dan Dinamika RotasiElastisitas Dan Hukum HookeFluida StatikFluida DinamikSuhu, Kalor Dan Perpindahan KalorTeori Kinetik Gas10 SMAHukum NewtonHukum Newton Tentang GravitasiUsaha Kerja Dan EnergiMomentum dan ImpulsGetaran HarmonisHakikat Fisika Dan Prosedur IlmiahPengukuranVektorGerak LurusGerak ParabolaGerak Melingkar9 SMPKelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk TeknologiProduk TeknologiSifat BahanKelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan8 SMPTekananCahayaGetaran dan GelombangGerak Dan GayaPesawat Sederhana7 SMPTata SuryaObjek Ilmu Pengetahuan Alam Dan PengamatannyaZat Dan KarakteristiknyaSuhu Dan KalorEnergiFisika Geografi12 SMAStruktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan SenyawaBenzena dan TurunannyaStruktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan MakromolekulSifat Koligatif LarutanReaksi Redoks Dan Sel ElektrokimiaKimia Unsur11 SMAAsam dan BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramLarutan PenyanggaTitrasiKesetimbangan Larutan KspSistem KoloidKimia TerapanSenyawa HidrokarbonMinyak BumiTermokimiaLaju ReaksiKesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan10 SMALarutan Elektrolit dan Larutan Non-ElektrolitReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriMetode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan dan Keamanan Kimia di Laboratorium, serta Peran Kimia dalam KehidupanStruktur Atom Dan Tabel PeriodikIkatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul
sebuah batang homogen bermassa 3 kg