Marutoini pernah diutus oleh pemerintah militer Jepang untuk menemui Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari. Saat itu, Kiai Hasyim ditawari untuk menjadi Presiden Indonesia. Namun, ia langsung menolaknya. Pasalnya, sebagai seorang kiai, tugasnya adalah mendidik santri di pesantren. Sebetulnya, tulis Gus Salah, Jepang memang sudah mengetahui bahwa CucuPengarang Kitab "I'ânah al-Thâlibîn" yang Wafat dan Dikebumikan di Kaliwungu Kendal Sayyid Abû SilsilahSayyid Abu Bakri Syatha Pilih Tipe Hubungan : Sanad Guru Sanad Murid Nasab Orangtua Nasab Keturunan Kerabat Silsilah Sayyid Abu Bakri Syatha › LADUNI.ID - Layanan Dokumentasi Ulama dan Keislaman Dalambuku Sejarah dan Keagungan Mazhab Syafi'i, K.H. Sirajuddin Abbas mengatakan bahwa Sayyid Abu Bakar Muhammad Syatha ad-Dimyathi, pengarang kitab I'anatuth Tholibin ini sangat berjasa memberikan pelajaran kepada mukimin-mukimin dari Indonesia, sehingga pada permulaan abad ke-14 H banyak ulama-ulama murid dari beliau yang mengembangkan MuhammadMahfudz at-Tarmasi. Al-Imaam Al-'Allaamah Al-Faqiih Al-Ushuuli Al-Muhaddits Al-Muqri Muhammad Mahfudz bin Abdullah bin Abdul Mannan at-Tarmasi al-Jawi al-Makki asy-Syafi'i ( bahasa Arab: الإمام العلامة الفقيه الاصولي المحدث المقرئ محمد محفوظ بن عبد الله بن عبد المنان Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd. Daftar Isi Profil Sayyid Abu Bakri Syatha1. Kelahiran2. Wafat3. Mengajar di Masjidil Haram4. Karya-KaryaKelahiranAbu Bakri bin Muhammad Zainal Abidin Syatha atau yang kerap disapa dengan panggilan Sayyid Abu Bakri Syatha lahir pada tahun 1266 H/1849 M di berasal dari keluarga Syatha, yang terkenal dengan keilmuan dan ketakwaannya. Namun ia tak sempat mengenal ayahnya, karena saat ia baru berusia tiga bulan, sang ayah, Sayyid Muhammad Zainal Abidin Syatha, berpulang ke rahmatullah. Sayyid Abu Bakar Syatha merupakan seorang ulama’ Syafi’i, mengajar di Masjidil Haram di Mekah al-Mukarramah pada permulaan abad ke Bakri Syatha meninggal dunia tanggal 13 Dzulhijjah tahun 1310 H/1892 M setelah menyelesaikan ibadah haji. Usianya memang tidak panjang hanya 44 tahun menurut hitungan Hijriyyah dan kurang dari 43 tahun menurut hitungan Masehi, tetapi penuh manfaat yang sangat dirasakan urnat. Jasanya begitu besar, dan pe­ninggalan-peninggalannya, baik karangan-karangan, murid-murid, maupun anak keturunannya, menjadi saksi tak terbantahkan atas di Masjidil HaramSayyid Abu Bakar Syatha merupakan seorang ulama’ Syafi’i, mengajar di Masjidil Haram di Mekah al-Mukarramah pada permulaan abad ke I`anah Ath-Thalibin adalah karya besar seorang tokoh ulama terkemuka Makkah abad ke-14 Hijriyyah abad ke-19 Masehi.Kitab I’anah Ath-Thalibin merupakan syarah kitab Fath Al-Mu’in. Kedua kitab ini termasuk kitab-kitab fiqih Syafi’i yang paling banyak dipelajari dan dijadikan pegangan dalam memahami dan memutuskan masalah-masalah hukum. Dalam forum-forum bahtsul-masail pengkajian masalah-masalah, kitab ini menjadi salah satu kitab yang sangat sering dikutip nash-nashnya. Kemashyoran kitab ini dapat dikatakan merata di kalangan para penganut Madzhab Syafi’i di berbagai belahan dunia Islam.

sayyid abu bakar syatha